![]() |
Acara itu dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pemuka lintas agama. Pada kesempatan ini Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, Prof Muhammad Din Syamsudin, mencanangkan 'Sepuluh Watak Budaya Bangsa Merdeka" yang dipandang perlu dimiliki Bangsa Indonesia saat ini.
Dasa Watak Budaya Bangsa Merdeka versi MUI itu berbunyi:
- Merdeka dari kebiasaan mementingkan diri sendiri atau kelompok dengan mengedepankan kepentingan publik dan kepentingan bangsa yang lebih luas.
- Merdeka dari tirani perasaan benar sendiri, menjadi anak bangsa yang toleran dan menghargai perbedaan.
- Merdeka dari sifat-sifat feodalisme dan primordialisme menjadi egaliterian, yang menempatkan sesama anak bangsa dalam posisi dan perlakuan sama.
- Merdeka dari budaya yang hanya mencela belaka dengan membangun budaya menghargai upaya dan hasil karya orang lain.
- Merdeka dari budaya nepotisme dengan mengedepankan budaya meritokrasi atau prestasi.
- Merdeka dari budaya kekerasan menjadi bangsa yang beradab dalam menyelesaikan setiap persoalan.
- Merdeka dari kebiasaan korupsi dan mulai bekerja membangun prestasi dan menuai karya dari hasil keringat sendiri.
- Merdeka dari ketergantungan dari bangsa lain dan mulai membangun kemandirian nasional, melalui kerjasama internasional yang adil dan menguntungkan.
- Merdeka dari rasa rendah diri dalam pergaulan antar bangsa dan menjadi bangsa yang berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
- Merdeka dari kecintaan pada dunia fana belaka dan mulai menyeimbangkan kehidupan dengan menjalankan ajaran agama yang baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar