Minggu, 17 Agustus 2014

'Dasa Watak Budaya Bangsa Merdeka', Inilah Kado MUI Sambut HUT ke-69 RI

un2kmu.wordpress.com
Hari ini bahtera Republik Indonesia menginjak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-69. Upacara, kemeriahan, perlombaan, repleksi, dan introspeksi mewarnai perayaannya.  Pada pukul 19.00 WIB, di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, juga digelar "Syukuran & Muhasabah".

Acara itu dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pemuka lintas agama. Pada kesempatan ini Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat, Prof Muhammad Din Syamsudin, mencanangkan 'Sepuluh Watak Budaya Bangsa Merdeka" yang dipandang perlu dimiliki Bangsa Indonesia saat ini.

Dasa Watak Budaya Bangsa Merdeka versi MUI itu berbunyi:
  1. Merdeka dari kebiasaan mementingkan diri sendiri atau kelompok dengan mengedepankan kepentingan publik dan kepentingan bangsa yang lebih luas.
  2. Merdeka dari tirani perasaan benar sendiri, menjadi anak bangsa yang toleran dan menghargai perbedaan.
  3. Merdeka dari sifat-sifat feodalisme dan primordialisme menjadi egaliterian, yang menempatkan sesama anak bangsa dalam posisi dan perlakuan sama.
  4. Merdeka dari budaya yang hanya mencela belaka dengan membangun budaya menghargai upaya dan hasil karya orang lain.
  5. Merdeka dari budaya nepotisme dengan mengedepankan budaya meritokrasi atau prestasi.
  6. Merdeka dari budaya kekerasan menjadi bangsa yang beradab dalam menyelesaikan setiap persoalan.
  7. Merdeka dari kebiasaan korupsi dan mulai bekerja membangun prestasi dan menuai karya dari hasil keringat sendiri.
  8. Merdeka dari ketergantungan dari bangsa lain dan mulai membangun kemandirian nasional, melalui kerjasama internasional yang adil dan menguntungkan.
  9. Merdeka dari rasa rendah diri dalam pergaulan antar bangsa dan menjadi bangsa yang berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
  10. Merdeka dari kecintaan pada dunia fana belaka dan mulai menyeimbangkan kehidupan dengan menjalankan ajaran agama yang baik. 
Menurut Din, yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, agama yang fungsional tidak hanya berhenti pada spiritualisme pasif, tetapi berlanjut pada spiritualisme aktif dan dinamis. "Hal ini mampu mendorong daya saing, etos kerja, dan produktivitas sehingga bangsa dapat bersaing di pentas global," katanya, seperti dikutip dari Republika.

Tahukah Anda, BSD City Makin Mudah Diakses?

Masyarakat kini dimanjakan dengan banyaknya akses alternatif dari dan menuju Bumi Serpong Damai (BSD) City, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Kompleks perumahan, komersial, dan perkantoran  berkonsep kota mandiri -- yang berbatasan dengan Jakarta Selatan -- ini menjadi lebih mudah diakses dengan dibukanya ruas Ciledug – Ulujami yang merupakan bagian tol Lingkar Luar Jakarta/The Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) Utara. 
Peta pembangungan jalan tor JORR W2 (peta: www.bumn.go.id)

BSD City yang kini dalam kendali salah satu pengembang property terkemuka dan terpercaya di Indonesia, Sinar Mas Land, semakin memperkokoh lokasinya yang strategis dan multiakses melalui keberadaan lajur tol JORR W2 Utara. Ruas Ciledug – Ulujami ini mulai sepenuhnya beroperasi pada tanggal 22 Juli 2014.

Bertambah dan makin mudahnya akses baik yang menuju BSD City maupun yang keluar dari kawasan tersebut tentu semakin mempermudah masyarakat dalam beraktivitas, khususnya dalam aktivitas harian. Hal ini membuat nilai BSD City -- yang mengusung tagline "Big City, Big Opportunity" -- sebagai kawasan hunian sekaligus kota terencana menjadi bertambah, terutama dari segi kenyamanan dalam berpergian.

”Masyarakat bisa merasakan sendiri bahwa kini BSD City dapat dengan mudah diakses dari segala arah, bahkan perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta, Pluit, Kebon Jeruk, Permata Hijau, Kebayoran, dan TB Simatupang menuju BSD City atau sebaliknya, kini dapat ditempuh dalam waktu jauh lebih cepat. Ini membuktikan bahwa BSD City memiliki keunggulan dari segi lokasi dan akses yang pastinya berguna bagi kenyamanan dan kemudahan penghuninya," papar Ishak Chandra, managing director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land, dalam siaran persnya, Ahad (17/8/2014) 

Dia menjelaskan, BSD City memiliki total luas lahan terbesar di Indonesia, yaitu mencapai 6.000 hektare. Untuk semakin menunjang kehidupan masyarakatnya, BSD City juga ditopang kemudahan akses dan transportasi yang menjadi salah satu kekuatan kawasan hunian eksklusif ini.

BSD City sebelumnya telah dilengkapi dengan dua jalur tol strategis. Pertama, ada Jalan Tol Jakarta-Tangerang, yaitu dari Jakarta melalui simpang susun Tomang kemudian keluar Kunciran atau Tangerang. 

Kedua, ada Jalan Tol Bintaro Serpong, yang terhubung dengan JORR dan pada ujungnya terdapat dua pintu keluar menuju BSD City, yaitu Lingkar Barat (KM 12) dan Lingkar Timur BSD (KM 10).  Ini merupakan jalan tol lanjutan JORR W1 yang menghubungkan kawasan Kembangan dengan kawasan Ulujami.

Ketiga,JORR W2 Utara  (Cileduk-Ulujami) yang baru dibuka penuh 22 Juli 2014. Ruas tol ini akan semakin menguatkan posisi BSD City sebagai kawasan dengan lokasi paling prima. Akses ke BSD City menjadi lebih banyak, lebih mudah dan lebih cepat. 

"Bayangkan, dahulu dari Bandara Soekarna-Hatta menuju BSD City harus ditempuh kurang lebih 1 jam-an. Sekarang bisa di tempuh hanya dalam waktu 35 menit. Ke BSD City dari Permata Hijau/Kebayoran juga hanya perlu 30 menit,” kata Ishak.

Mengerek Harga Properti

Teras Kota Mandiri BSD City, Tangerang Selatan, Banten. (www.bsdcity.com)
Dilalah, hal itu berimbas pada meningkatnya nilai  kawasan residensial tersebut bila dibandingkan dengan kawasan hunian lain dengan karakter yang serupa di daerah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Juga akan berpengaruh dalam kemajuan sektor bisnis dan investasi di kawasan BSD City.


BSD City dirancang agar masyarakat yang hidup, bekerja dan, beraktivitas di area tersebut mengalami kehidupan yang berkualitas dengan tersedianya segala kebutuhan, mulai dari ruang hijau, rumah yang nyaman, ruang bisnis, belanja, pendidikan, dan rekreasi. Semuanya tersedia demi memberikan lingkungan yang sehat dan lebih baik untuk menjalani aktivitas. 

Dengan segala keunggulannya, BSD City merupakan pilihan paling tepat bagi masyarakat Indonesia untuk merasakan dan menjalani kehidupan terbaik dan berkualitas. “Apalagi sebentar lagi di BSD City akan beroperasi di ICE (Indonesia Convention & Exhibiton Center) yang merupakan gedung convention & exhibition terbesar di Indonesia, akan dibukanya AEON Mall pertama di Indonesia, dan COURT Retail terbesar di Indonesia (power retailer dari Singapore) pada awal 2015. Akses ke tiga tempat itu dipastikan akan jauh lebih mudah dan lebih cepat,” tutur Ishak.



Prestasi Anak Indonesia Meningkat, Bagaimana dengan Perlindungan Anak?

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat memaparkan keberhasilan anak-anak Indonesia bersaing dalam berbagai olimpiade internasional dalam 10 tahun terakhir. Dalam pidato kenegaraan pada Sidang Bersama DPR dan DPD RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (15/08), itu SBY juga mengemukakan bahwa dalam kurun dua perode kekuasannya tersebut pemerintah membuka pintu kesempatan yang lebih besar bagi anak-anak keluarga miskin untuk mengenyam pendidikan tinggi. 
Susilo Bambang Yudhoyono (foto: intelijen.co.id)
Namun, apa saja upaya pemerintah untuk memberi perlindungan kepada anak-anak dari kekerasan yang marak belakangan ini, tidak dipaparkan oleh presiden. Hal inilah yang dikritisi oleh Ketua Yayasan Anak Bangsa Mandiri dan Berdaya, Fahira Idris
“Saya pribadi melihat 10 tahun belakangan ini belum ada terobosan yang tegas terkait perlindungan anak, terutama dari sisi regulasi dan penindakan yang membuat efek jera, apalagi upaya preventif,” ujar putri politikus senior Partai Golkar, Fahmi Idris, itu.
Fahira Idris (foto: hidayatullah.com)
Memang dari tahun ke tahun, dia mengakui, jumlah kekerasan terhadap anak semakin meningkat. Sepanjang 2013, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menerima pengaduan kekerasan terhadap anak sebanyak 3.023 kasus atau 60 persen lebih banyak dibanding 2012. 
Dari jumlah tersebut, 58 persennya merupakan kasus kejahatan seksual terhadap anak. ''Ini artinya, sepanjang 2013, setiap harinya, Komnas PA menerima puluhan pengaduan kasus," ungkap Fahira. 
Jika tidak ada terobosan dari para pengambil kebijakan di negeri ini dan masyarakat diam saja, Fahira memandang, bukan mustahil kasus pelecehan di Taman Kanak-Kanak Jakarta Internastional School (TK JIS) atau kekerasan fisik yang dialami bocah Iqbal dan banyak lagi kasus kekerasan anak, bahkan sampai merenggut nyawa, akan terus berulang, 
Tidak adanya efek jera bagi pelaku kekerasan fisik dan seksual terhadap anak di Indonesia, lanjut Fahira, menjadi pangkal sebab. Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak, hanya mengancam pidana penjara maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun untuk pelaku kekerasan terhadap anak.
Pasal 292 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) malah lebih ringan. Pelaku pencabulan terhadap anak hanya dihukum maksimal  lima tahun. 
"Untuk itu saya meminta kepada Presiden SBY, diakhir masa jabatan ini segera merevisi UU Perlindungan Anak dengan tekanan memberi hukuman yang lebih berat kepada pelaku kekerasan terhadap anak sehingga ada efek jera,” ujar Fahira, yang baru terpilih untuk menjadi anggota DPD RI 2014-2019.
Terobosan-terobosan seperti hukuman mati, hukum pengebirian secara kimiawi, sanksi sosial, dan public notice dengan tujuan efek jera, dinilainya bisa menjadi salah satu opsi mengakhiri maraknya kekerasan terhadap anak dalam beberapa tahun belakangan ini. Negara-negara lain yang sudah menerapkan hukuman mati dan terobosan hukum lain, disebutkannya juga berhasil menurunkan angka kekerasan terhadap anak di negaranya.
“Saya mau mengatakan, kekerasan terutama seksual dan fisik kepada anak adalah kejahatan kemanusiaan. Oleh karena tindakan hukuman harus setegas dan seberat mungkin. Anak Indonesia harus aman hidup di negerinya sendiri. Hukuman maksimal 15 tahun bagi pelaku pencabulan anak harus segera direvisi,” tutup Fahira yang juga aktivis atimiras dan lesbian-gay-biseks-transkesual (LGBT) itu.


Jumat, 15 Agustus 2014

Korban Bencana Alam dapat Kornet 'Superqurban'

Pada Agustus ini terjadi dua bencana dalam waktu yang hampir bersamaan. Yaitu banjir besar di Tanah Bumbu (Kalimantan Selatan) dan letusan Gunung Slamet di Banyumas (Jawa Tengah).
Penyerahan bantuan dari relawan RZ kepada korban bencana

Rumah Zakat (RZ) tak tinggal diam. Lembaga penghimpun dan penyalur bantuan sosial swasta ini menyalurkan bantuan kedua lokasi tersebut berupa 400 kornet Superqurban untuk korban banjir dan 3.000 kornet Superqurban untuk korban letusan gunung, berikut ratusan paket logistik lainnya.

Banjir di Tanah Bumbu menyebabkan dua nyawa terenggut, 2.638 unit rumah terendam, dan 7.617 jiwa terkena dampaknya. Saat ini kondisi sudah lebih stabil dibanding sebelumnya. 

Banjir sudah surut dan warga mulai kembali ke rumah. “Kami masih menyalurkan bantuan untuk para korban dalam masa pemulihan pasca bencana,” tutur Herlan Wilandariansyah, Koordinator RZ, di Jakarta, Jumat (15/08).


Relawan RZ bersinergi dengan relawan lokal terus bersiaga di desa sekitar Gunung Slamet. Mereka pun melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar selalu meng-update perkembangan terbaru. “Jika dibutuhkan relawan tambahan, kami siap menurunkan tambahan,” terang Herlan.

Saat ini kondisi Gunung Slamet berstatus siaga. Namun, masih aman untuk
aktivitas warga sekitar lereng gunung. Daerah yang tidak boleh dimasuki adalah pada radius 4 kilometer dari puncak. 

Di Kabupaten Banyumas terdapat tujuh desa di tiga kecamatan yang rawan terkena dampak letusan ini. Yaitu Desa Ketenger, Karangmangu, Kemutug Lor, dan Karangsalam di Kecamatan Baturraden. Kemudian Desa Limpakuwus dan Gandatapa di Kecamatan Sumbang serta Desa Melung di Kecamatan Kedungbanteng.


Secara konsisten RZ menyalurkan bantuan pangan dan logistik ke daerah bencana. Kornet Superqurban sebagai produk RZ hampir selalu ada dalam penyaluran bantuan bencana. Karena daya tahannya hingga tiga tahun, maka hewan qurban yang dijadikan kornet Superqurban dapat lebih bermanfaat.

Alhamdulillah amanah para donatur dalam bentuk kornet Superqurban dapat tertunaikan dengan optimal. Telah banyak masyarakat baik dalam maupun luar negeri yang terbantu dengan kornet ini,” tutur Herlan.

Catatan Pembuka

Bismillah! Jumat, 15 Agustus 2014, jam 5:05 sore waktu Jakarta.

Langit tampak teduh. Inilah catatan awalku dalam AsepJurnal -- laman blog yang baru aku buat, setelah sempat aktif lewat laman blog lain dan vakum dalam beberapa tahun terakhir. Semoga laman baru ini menjadi awal gairah baru untuk menuangkan kreativitasku dalam dunia tulis-menulis dan memotret pelbagai realita kehidupan.

Blog adalah sebuah sirkuit yang cukup ideal untuk menampung aneka ide tulisan. Bisa cepat tersebar dan mudah diakses tanpa bayar. Yang tak kalah pentingnya adalah pembaca bisa memberikan komentarnya semudah mengoceh di warung kopi atau istri yang mengomeli suami karena pulang telat.


Inilah yang baru aku sadari kembali, betapa sekian lama telah kehilangan dan terlempar dari dunia blogger. Kendati harus merintis lagi, rasanya lebih baik dari pada tidak bangkit lagi sama sekali. Dan, secara spontan ketika meniti step-step cara pembuatan blog, muncul nama untuk laman ini: AsepJurnal!


Ya, inilah "Catatan si Asep" -- nama depan empunya laman iniSemoga berkah. Bismillah!